Showing posts with label Merenungi Tumbuhan. Show all posts
Showing posts with label Merenungi Tumbuhan. Show all posts

Sunday, March 16, 2008

RUMPUT: Orang kecil penuh dengan Kesabaran

Rumput berguna untuk hiasan dan pakan ternak. Dia tumbuh liar dimana saja. Dia dianggap sebagai gangguan dimana saja. Bagi rumput yang sengaja ditanam tentulah akan dipelihara dengan baik dan menjadi indah. Bahkan dilarang untuk diinjak oleh hewan atau manusia.

Manfaat rumput sangat penting bagi orang kampung yang memelihara ternak. Sedangkan bagi orang kota rumput harus dibeli yang kemudian ditanam di depan atau di taman rumahnya. Mahal juga lho rumput buat taman. Namun, di perkotaan rumput menjadi barang haram untuk tumbuh tanpa dikehendaki. Kalau di kampung rumput boleh tumbuh bebas asal bukan ditempat pertanian.

Kemampuan rumput tumbuh dimana pun menjadikan ia bertahan hidup dalam kondisi apa pun. Ketika kemarau rumput seperti mati bahkan hilang dari permukaan tanah. Tapi ketika disiram air secara teratur, rumput rumput tumbuh begitu rupa.

Memahami rumput adalah memahami pilihan. Bagi manusia rumput adalah simbol pilihan hidup. Silahkan pilih jadi rumput atau jadi cemara. Rumput adalah simbol rakyat kecil. Bahkan ada yang lebih kasar lagi dengan menyimbolkan akarnya. Rumput saja sudah tidak enak apalagi akarnya. Edan memang.

Rumput enak bisa ditumbuh dimana saja dan bagaimana saja selama ada air. Manusia atau rakyat biasa juga bisa tumbuh dimana saja asal bisa makan minum sekedar buat hidup. Namun, rumput tidak pernah bisa tumbuh kuat dan tinggi seperti pohon lain apalagi seperti cemara. Resikonya adalah dimakan ternak, diinjak-injak orang dan di hinakan orang. Pada kondisi tertentu diperjualbelikan tapi untuk jadi hiasan bahkan kadangkala diinjak-injak juga.

Manusia yang memilih atau terpaksa berada di posisi rumput hendaknya mampu hidup dimana pun dalam kondisi apa pun selama dipenuhi kebutuhan fisik dasarnya. Dia tidak mampu atau tidak boleh memiliki harapan tinggi karena tidak mampu atau tidak mau. Selama menyadari pada posisi itu terimalah dengan sabar karena begitulah konsekuensinya. Syukur-sukur bisa jadi rumput hiasan yang disayang dan dirawat. Apalagi jadi rumput istana atau rumah orang kaya. Tentu akan menjadi indah dan sedikit berguna.

Menjadi rumput adalah manusia yang sabar, nerimo in pandum, bertawakal, tahan hidup, tahan injak, ikhlas dan mengabdikan hidup sepenuhnya demi kebahagiaan makhluk lainnya termasuk hewan dan manusia. Tidak ada egoisme diri sama sekali. Semua hidupnya diabdikan untuk orang lain entah dapat imbalan atau tidak. Biarlah Tuhan yang mengaturnya akan diberi apa olehNya. Hidupnya adalah pengabdian. Entah sebagai korban, entah pula sebagai hiasan. Namun, tidak akan pernah mati walau kemarau sekali pun. Manusia rumput tidak akan pernah mati karena resesi sekalipun bahkan perang dahsyat tidak akan pernah mematikannya. Wallahuallam. [ ]

Susmanto HADI: Penulis lepas dan bebas dalam bidang pengembangan diri, filosofi, informatika dan komputer. Tulisannya bisa dibaca di http://susmantohadi.blogspot.com/, http://www.digitallylearning.com/, http://www.ebookworldgateway.com/. Sumber lain yang juga penting adalah http://stressremoval.blogspot.com/ dan http://paradisefamily.wordpress.com/. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!.

PISANG: Menjadi manusia yang rendah hati dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

Pisang bisa tumbuh dimana saja dan kapan saja dalam kondisi yang wajar bagi tumbuhan. Dia tumbuh di tanah basah, lembab, kering bahkan cenderung gersang. Bila kita jalan dari Bakauheni sampai Lampung kita menyaksikan berhekta-hektar tanaman pisang tumbuh di perbukitan yang kering kerontang di sisi kanan kiri Jalan Trans Sumatra. Lalu bila kita jalan ke Surabaya naik kereta atau mobil lewat jalur selatan, kita juga akan menyaksikan perkebunan pisang milik rakyat di tengah sawah atau tegalan dengan tanah yang subur. Disekitar pantai pisang juga tumbuh dengan baik. Lihatlah pantai alam di daerah Petanahan Kebumen atau daerah pantai lainnya di negeri kita. Pisang tumbuh dengan bebasnya.

Dengan berbagai jenis pisang yang ada di dunia menyebar dari satu belahan bumi ke belahan bumi yang lain. Di setiap negara pasti ditemui pisang sehingga setiap negara di dunia ini mengenal pisang atau banana dalam bahasa Inggrisnya. Di negeri sahara pun ada pisang menjadi komoditas di sana.

Pisang memang tumbuhan dengan batang dan daun serta buah yang lunak. Batang pisang tidak bisa dijadikan kayu bangunan karena lunak dan mudah busuk. Lalu, buah pisang manis dan lezat sehingga manusia dan hewan menyukainya. Bahkan ada burung yang akan tumbuh baik bila dikasih makan pisang. Sehingga muncullah istilah pisang burung karena pisang itulah yang sering dijadikan menu bagi para burung piaraan. Sedangkan manusia lelaki melambangkan penis atau alat vitalnya dengan pisang sebagai bagian cara berkomunikasi tentang bagian tubuhnya.

Kerendahan Hati

Dengan kelemahan pisang yaitu batang lunak, hanya sekali berbuah dan sesudah itu mati, dan berdaun lebar tapi mudah sobek, maka pisang memiliki kerendahan hati dengan mau berbagi. Pisang berbagi dengan memperbanyak keturunannya. Dia juga berbagi makanan dengan tumbuhan lainnya bahkan dengan hewan dan manusia ketika belum berbuah. Tumbuhan apa pun bisa tumbuh disekitar pisang seperti rumput, tanaman keras, tanaman merambat dan sebagainya.

Pisang menyadari kelemahan ini sehingga jalan keluarnya adalah jangan melawan tapi berbagilah tempat dengan sesama hidup makhluk Tuhan. Kelemahan ini juga ditutup dengan berbiak cepat dan banyak sehingga manfaat terus terjadi. Pisang tetap mampu produktif biarpun dia tumbuh secara bergerombol ataupun disekitarnya banyak tumbuh berbagai vegetasi yang berebut makanan dengannya.

Mampu Beradaptasi

Pisang mampu tumbuh diberbagai lokasi dengan berbagai tingkat keasaman tanah. Di semua tanah dia mampu tumbuh baik yang sengaja dipelihara maupun dibiarkan begitu saja. Di kebun, hutan, tegalan, sawah dan sebagainya dia mampu tumbuh dengan baik dan terus berproduksi yang memberikan manfaat bagi hewan dan manusia.

Adaptasi inilah yang membuat dia mampu tetap berkembang biak di berbagai belahan bumi. Semua manusia dan hewan menyukai buahnya sehingga pisang menjadi tanaman penting bagi peradaban manusia. Tanaman pisang diterima dengan baik bagi semua hewan dan strata sosial manusia. Rakyat jelata sampai raja memakan pisang dengan mulut dan gigi yang sama serta diproses oleh sistem pencernaan yang pula. Bahkan keluar menjadi kotoran yang sama lewat jalan yang juga sama.

Beragam Manfaat

Berikut ini beberapa manfaat yang diambil dari pisang:

  1. Buah. Buah pisang yang manis rasanya bisa dimakan langsung. Buah yang masih mentah juga bisa dibuat keripik pisang. Di Indonesia penghasil keripik pisang terbesar adalah Lampung. Datanglah kesana untuk mencari keripik pisang dengan berbagai rasa. Biasanya dijual dipinggir jalan di sentra jajanan oleh-oleh atau di cari di supermarket dan pasar-pasar tradisional. Buah ini bermanfaat bagi manusia dan hewan. Ada yang dijadikan pisang goreng. Ada yang dijadikan makanan burung terutama pisang dengan sejuta biji didalamnya. Selain itu, kulit pisang bisa dijadikan alat untuk memlesetkan orang lain. Caranya taruh saja kulit pisang dengan rapi di tengah jalan yang rata. Orang yang menginjaknya –insya allah – terpeleset. Hasilnya: anda dimarahi sampai digebuki olehnya.
  2. Batang pisang. Batangnya bisa dimanfaatkan untuk pentas wayang kulit. Bila dijemur sampai kering juga bisa dimanfaatkan untuk aneka kerajinan tangan yang bernilai uang.
  3. Pelepah pisang. Waktu kecil saya menggunakan pelepah pisang untuk membuat bedil-bedilan dalam permainan perang-perangan. Bisa juga dibuat aneka permaian seperti kuda-kudaan, pelepah dorong yang berbunyi unik dan sebagainya mainan anak.
  4. Daun pisang. Semua orang tahu bahwa makanan dengan bungkus daun pisang jauh lebih enak dibanding dengan pembungkus lainnya. Bahkan ada anak sekolah yang melakukan penelitian perbandingan pembungkus daun pisang dengan aneka bungkusan untuk membungkus makanan di LIPI. Hasilnya ia menjadi juara waktu itu. Daun pisang juga menjadi pakan ternak seperti kambing, kerbau dan sapi.
  5. Bongkol akar pisang. Bisa dijadikan obat mencret dan sakit perut. Caranya: bongkol akar pisang yang masih tertanam di tanah di lubangi sedalam cangkir minuman. Setelah itu tutup lubang dengan daun pisang biar tidak kemasukan kotoran. Diamkan semalaman supaya keluar airnya. Besok paginya lihatlah akan ada air di lubang itu. Ambil airnya dan minumlah.
  6. Bunga/jantung pisang. Sayur jantung pisang sangat lezat rasanya. Yah…jantung pisang digunakan untuk sayuran. Tapi harus hati-hati memilihnya karena tidak semua jantung pisang bisa di sayur. Kalau salah pilih pastilah pahit dan lebih pahit dari jamu gendong. Saya suka sayur ini terutama kalau di santan atau di tumis. Setahu saya jantung pisang yang tidak pahit bisanya kulit buahnya berkerut-kerut dibagian pangkal tangkai. Kalau mulus-mulus sebagai bagian bungannya akan cenderung pahit. Lebih jelasnya tanya orang desa.

Nilai positif dan Negatif

Banyak manfaat yang dinikmati manusia dan hewan. Secara filosofis pisang memiliki makna yang layak dijadikan pelajaran untuk melengkapi way of life seseorang. Berikut ini diantaranya:

  • Mampu beradaptasi. Sebagai manusia yang memiliki napsu dan cita-cita selayaknya dia mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang berjalan. Karena kemampuan adaptasinya maka pisang mampu hidup dimana pun di bumi ini tapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai pisang. Manusia yang ingin suksesnya hendaknya berusaha beradaptasi dimana pun dia berada tanpa kehilangan jati dirinya. Tidak perlu seperti bunglon yang berpura-pura adaptasi dengan merubah identitas dirinya. Manusia bermental sukses mampu berada di segala kondisi dengan tetap pada identitas uniknya sebagai dirinya sendiri.
  • Mau berbagai dengan sesama. Berbagi dengan sesama merupakan sebuah kewajiban manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Sesama maknanya sesama jenisnya maupun sesama lainnya. Sesama pisang dan sesama tumbuhan lainnya. Sesama manusia dalam arti teman dekat, keluarga dan sebagainya. Sesama lainnya misalnya manusia yang tidak dikenalnya, hewan, tumbuhan, alam semesta dan sebagainya. Manusia yang rendah hati berkenan untuk berbagi untuk manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta. Dalam kitab agama-agama berbagi dengan keikhlasan tidak akan membuat miskin. Ikhlas berbagi merupakan pelajaran dari pohon pisang. Makanya dia mampu berbiak sangat banyak tidak terbatas dan tidak terhentikan oleh apa pun selain kehendak Tuhan semata. Dengan berbagi manusia tidak akan mati walau jasadnya telah masuk ke pelukan bumi untuk selamanya. Berbagilah semampunya tidak semaunya. Berbagilah seikhlasnya bukan sekilahnya. Berbagilah seadanya bukan mengada-ngada. Maka hidup tidak terhentikan selain kuasa Tuhan semata.
  • Memberi manfaat sampai titik penghabisan. Pisang memberikan manfaat sampai dia hancur ditelan kehidupan lainnya. Pisang tidak menuntut perlakukan istimewa misalnya dengan pupuk yang bagus atau perawatan yang rumit. Namun, hasilnya tetap bagus. Memang wajarnya tumbuhan bila dirawat secara khusus akan memberikan produksi yang baik. Pisang bila dibiarkan tanpa perawatan khusus tetap berbuah. Artinya, jadilah manusia yang tidak banyak menuntut tapi memberikan manfaat tanpa batas bagi orang lain. Inilah kerelaan berkorban dari pisang yang layak ditiru manusia. Jangan berharap apa pun baik sebelum atau sesudah pengorbanan selain kepada Tuhan semata. Bila ingin memberikan sesuatu, berikan saja tanpa berharap apa pun. Inilah ikhlas. Ya…pisang memberikan pelajaran tentang ikhlas. Mau memberika tanpa harap kembali. Mau memberi tanpa menetapkan syarat.
  • Namun, ada satu nilai negatifnya yaitu sekali berbuah sesudah itu mati. Sayang sifat yang baik dari pisang itu disajikan hanya sekali seumur hidupnya. Dia cukup rela berbuat sekali dengan manfaat yang pasti. Dia ingin berbagi memberi manfaat pada generasi pisang berikutnya pada alam semesta. Sifat ini hendaknya jangan ditiru manusia yang hanya mampu berbuat manfaat hanya sekali dan tidak lagi berbuat manfaat yang sama atau yang lebih baik. Bisa jadi inilah manfaat pisang terakhir yang ingin diberikan kepada manusia. Dia ingin berkata: “jangan seperti aku yang sekali berbuah sesudah itu mati”. Inilah peringatan pada manusia agar senantiasa belajar agar menjadi makhluk yang selalu bermanfaat dan jangan seperti pisang. Manfaat jangan diberikan hanya sekali tapi lakukan berkali-kali dengan keikhlasan. Saya yakin pisang menangis ketika ditebang karena buahnya sudah bisa dimanfaatkan. Bukan karena sakitnya tebasan golok tapi manfaatnya akan segera berakhir walau dia akan menghadap kekasihnya: sang khalik. [ ]

Susmanto HADI: Penulis lepas dan bebas dalam bidang pengembangan diri, filosofi, informatika dan komputer. Tulisannya bisa dibaca di http://susmantohadi.blogspot.com/, http://www.digitallylearning.com/, http://www.ebookworldgateway.com/. Sumber lain yang juga penting adalah http://stressremoval.blogspot.com/ dan http://paradisefamily.wordpress.com/. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!.

PADI: Semakin merunduk semakin berisi

Padi atau pohon nasi selalu menjadi perumpamaan mulai dari anak SD sampai kita yang sudah mulai bau tanah. Selalu ikut ilmu padi. Begitu nasehat orang-orang pada orang lain. Padi memang golongan rumput yang paling dimuliakan diantara rumput lainnya seperti jagung, gandum, dan sebagainya. Padi menjadi bahan makanan pokok oleh berbagai ras manusia di bumi ini.

Setiap negeri memiliki cerita sendiri tentang padi. Si pohon nasi ini, konon berasal dari titisan Dewi Sri yang mempertahankan kesuciannya. Dia pun meninggal dunia dan kuburannya tumbuh rumput yang kemudian berbuah bulir-bulit gabah. Bila makin tua ia pun makin berat dan merunduk sampai saatnya dipanen oleh petani.

Di berbagai belahan dunia khususnya Jawa banyak sekali ritual penghormatan terhadap sang dewi yang suci ini. Penghormatan yang tinggi atas jasanya sampai ajal demi kelangsungan manusia dan hewan. Memang sang dewi masih memiliki musuh yaitu tikus. Namun, tikus juga punya musuh yang membela Dewi yaitu ular sawah.

Pohon nasi tidak hanya menghasilkan gabah yang digiling menjadi butiran beras, dedak dan sekam. Tapi juga menghasilkan batang-batang padi yang disebut jerami atau damen. Butiran beras dimakan oleh manusia dan hewan. Sedangkan dedak di makan oleh hewan ternak seperti ayam, bebek, sapi, kuda dan sebagainya. Sementara, sekam bisa digunakan untuk bahan bakar maupun media tanam dan ternak. Batang pohon nasi bisa dijadikan pakan ternak, pupuk organik, media tanam jamur bahkan menjadi sampo merang.

Kerendahan Hati

Pelajaran penting dari padi atau pohon nasi adalah manusia harus semakin merunduk bila di isi. Perut manusia bila diisi makanan (nasi) akan menjadi kenyang dan merunduk alias ngantuk. Begitu juga bila otak diisi dengan pengetahuan dan ilmu yang tinggi harus juga semakin merunduk. Manusia yang diisi oleh kekayaan juga perlu merunduk bukan malah menjadi sombong.

Merunduk maknanya adalah kerendahan hati, tidak pernah puas, tidak sombong dan senantiasa mau belajar. Merunduk juga bermakna keikhlasan dan keinginan untuk berbagi. Padi yang merunduk karena makin berisi dan isinya akan dibagikan kepada hewan dan manusia.

Manusia yang makin berisi dengan kekayaan, kebisaan, dan pengetahuan harus semakin rendah hati dan tidak bersikap merendahkan orang lain. Setiap sesuatu yang didapatkan belum tentu menjadi miliknya. Apa yang dimilikinya belum tentu memberikan sesuatu kepada dirinya. Contohnya, orang yang paling kaya di dunia ini belum tentu mampu menikmati semua kekayaannya. Saya pernah bergaul dengan konglomerat orde baru yang kaya raya. Ternyata dia sendiri tidak tahu berapa kekayaan yang dimilikinya sehingga setiap waktu tertentu harus bertanya berapa uangku di bank anu, terus bank itu berapa, bank ini berapa dan sebagainya. Bahkan sering kita temui orang yang terkaya lebih diketahui kekayaanya oleh wartawan daripada oleh dirinya sendiri. Saya yakin Bill Gates tidak tahu pasti berapa kekayaanya.

Inilah maknanya bahwa sekaya apa pun dan sepinter bagaimana pun janganlah menyombongkan diri karena tidak semua kekayaan kita menjadi rejeki buat si kaya itu. Bisa jadi itu adalah rejeki orang lain seperti fakir miskin, anak yatim atau para pembantu dan kayawannya. Begitu juga sepinter apa pun seorang dosen atau guru besar, belum tentu kepinteran itu hanya untuk dirinya sendiri. Supaya semakin merunduk sudah pasti harus semakin diisi. Supaya bisa diisi maka harus selalu bekerja keras dan belajar terus pada setiap pengetahuan dan perubahan yang terjadi.

Atau dengan kata lain belajarlah sampai liang kubur dan/atau bekerjalah seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun lagi. Camkanlah filosofi padi ini karena kita tiap hari makan nasi yang berasal dari pohon padi. Alangkah baiknya anak-anak di perkotaan diperkenalkan dengan pohon nasi dan bagaimana jerih payahnya petani menanam dan memelihara padi sampai ke mulut mereka.

Manfaat sampai akhir

Makna penting berikutnya adalah kita harus menjadi manusia yang berusaha memberikan manfaat yang tiada akhir dalam hidup kita. Semua bagian pohon padi menjadi manfaat bagi manusia, hewan dan alam semesta. Manusia yang baik selayaknya menjadi manfaat bagi manusia lainnya. Manfaat juga bisa dipetik oleh hewan dan alam semesta. Bukan malah sebaliknya.

Berbuatlah manfaat bagi mereka sejauh yang kita bisa lakukan. Tidak perlu memaksakan diri karena kita tidak dipaksa oleh siapa pun agar bermanfaat. Kita bermanfaat agar makna hidup kita berkembang dan tertanam subur pada diri manusia lain bahkan menjadi catatan sejarah peradaban manusia.

Bahkan saya yakin, hewan dan tanaman juga akan merasakan manfaat seorang manusia bagi mereka. Mereka bisa merasakan kehadiran manusia yang memberikan manfaat baginya. Apa pun manfaat yang kita sajikan ke mereka tentu memberikan nilai dan dorongan untuk hidup lebih baik.

Selayaknya setiap tutur kata kita memberikan manfaat buat yang mendengarnya. Selayaknya pula setiap perilaku kita menjadi manfaat, referensi dan hiburan bagi manusia lainnya. Bahkan selayaknya pula diam kita memberikan manfaat bagi siapa pun disekitar kita.

Supaya bermanfaat kita harus belajar mengisi jiwa dan raga kita dengan energi dan kerja yang positif. Kita harus berusaha untuk bekerja dan belajar terus menerus agar menghasilkan sesuatu secara optimal dan melimpah. Dari hasil itulah kita bisa memberikan manfaat dalam bentuk pemikiran dan dukungan material. Kalau pun tidak mampu kita perlu memberikan dukungan dengan diamnya diri kita. Sementara jiwa kita terbang ke hadapan sang khalik melalui doa dan tafakur. Kalau pun tidak mampu, maka biarlah ruh kita terbang ke pangkuan sang khalik bersamaan raga kita masuk dalam pelukan sang bumi. Peradaban dan perubahan sosial yang akan menggantikan peran-peran kita. []

Susmanto HADI: Penulis lepas dan bebas dalam bidang pengembangan diri, filosofi, informatika dan komputer. Tulisannya bisa dibaca di http://susmantohadi.blogspot.com/, http://www.digitallylearning.com/, http://www.ebookworldgateway.com/. Sumber lain yang juga penting adalah http://stressremoval.blogspot.com/ dan http://paradisefamily.wordpress.com/. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!.

KELAPA: Serbaguna yang abadi

Kalau kita berbicara kelapa maka kita akan mengingat kegiatan Pramuka atau minyak kelapa. Kita juga bisa ingat es kelapa muda yang segar atau air kelapa yang segar terutama bila berbuka puasa. Saya lebih cenderung kalau bicara kelapa akan ingat pada lambang gerakan pramuka Indonesia yaitu tunas kelapa. Sayang sekali waktu saya ikut gerakan pramuka, para pelatih pramuka tidak pernah menjelaskan filosofi kelapa pada adik-adik yang dilatihnya. Sesuatu yang bisa jadi tidak dipahami secara mendalam atau terikat pada urusan kurikulum dan silabus kepramukaan yang formal.

Kelapa menjadi tumbuhan yang memiliki beban berat karena kegunaan yang total dan nilai keabadian sepanjang masa. Kelapa salah satu pohon yang memiliki manfaat sampai potong penghabisan. Sampai habis oleh manusia dan hewan, kelapa memberikan manfaat yang tidak terbandingkan.

Dari pucuk daun hingga akarnya bisa dimanfaatkan untuk kehidupan umat manusia. Kelapa mampu tumbuh dalam jangka waktu yang sangat lama. Dia akan mati karena ditebang manusia, dimakan penyakit atau disambar petir. Sesuatu yang sesungguhnya jarang terjadi. Manusia menebang kelapa kalau sangat terpaksa karena mereka tahu kelapa sangat bermanfaat dan tumbuhnya lama untuk sampai memetik manfaat.

Manfaat kelapa

Kelapa memberi manfaat yang tidak akan pernah putus sampai dia mati. Dari atas hingga di dalam tanah (akar) ada manfaat yang dipetik oleh manusia. Berikut ini beberapa manfaat yang penting

· Daun. Daun kelapa bisa dijadikan atap berteduh. Lidinya bisa dijadikan sapu lidi, bisa juga jadi pengikat pembungkus makanan dengan daun, dan menjadi tusuk sate. Daun yang masih muda atau disebut umbut kelapa atau pondoh kelapa enak dimakan segar atau di sayur. Ingat jarang lhoo orang bisa menyayur pucuk kelapa kalau tidak ditebang. Pastilah enak sekali karena orang jarang makan sayur pucuk kelapa. Janur bisa dijadikan hiasan orang hajatan atau menjadi kulit ketupat. Kayu rantingnya bisa dijadikan mainan anak-anak atau kayu bakar.

· Buah. Buah kelapa merupakan inti dari pemanfaatan kelapa. Buah kelapa pula yang menjadi simbol nilai manfaat yang tiada habisnya. Buahnya bisa dimakan segar ketika muda atau tua kalau giginya kuat. Daging buah bisa jadikan minyak, santan, bungkil, pakan ternak, makanan, minuman dan sebagainya. Batok kelapa bisa dijadikan arang, mainan anak, kerajinan, karbon aktif dan sebagainya. Sabut kelapa bisa dibuat jok mobil, tambang/tali, kayu bakar dan sebagainya.

· Batang kelapa. Batang kelapa bisa dibuat sebagai rangka pokok rumah atau bahan furniture yang bagus. Di daerah Sulawesi banyak dibuat kerajinan yang kualitas ekspor.

· Akar kelapa. Memang jarang orang yang memanfaatkan akar kelapa karena serabut. Akar kelapa serabut tapi kuat dan mampu merubuhkan bangunan. Biasanya dimanfaatkan dalam jumlah sedikit untuk obat herbal. Akar cenderung dijadikan kayu bakar.

Nilai-nilai Kelapa

Membaca uraian diatas maka kita bisa menarik nilai-nilai yang pantas ditiru manusia sebagai berikut.

· Bermanfaat sepanjang masa. Selama masa hidup pohon kelapa, manusia bisa memanfaatkan apa pun yang dihasilkan kelapa terutama buah dan daunnya. Maknanya bagi manusia adalah kelapa yang hidupnya statis karena tidak bisa bergerak saja mampu memberikan manfaat. Mestinya manusia yang mampu bergerak dinamis harus mampu berusaha memberikan manfaat buat dirinya, keluarganya, kelompoknya dan manusia lainnya yang dikenal atau tidak selama ia mampu. Manfaat yang diberikan pun secara total apa pun yang ia bisa dan ia miliki demi orang lain. Alangkah baiknya, bila manfaat itu dirasakan oleh alam semesta sebagai pemangku amanah di muka bumi.

· Memberi manfaat secara berulang-ulang dan konsisten. Kelapa memberikan manfaat itu selama ia hidup dengan berulang-ulang tanpa putuh. Buah dipetik nanti akan tumbuh lagi. Daun janurnya dipetik juga akan tumbuh lagi. Begitu terus. Artitnya, hendaknya manusia juga demikian. Sekali dia memberikan manfaat bagi yang lain, maka manfaat itu harus bisa dinikmati lain waktu. Jangan Cuma sekali dan sesudah itu mati alias tidak mau lagi memberikan manfaat. Dalam Islam, ini disebut istiqomah. Sesuatu yang istiqomah sangat disukai dalam Islam. Jangan hanya setan dooong yang istiqomah. Ya…setan istiqomah menggoda manusia.

· Bermanfaat untuk semua makhluk hidup. Kelapa bisa dimanfaat oleh semua makhluk hidup. Manusia dan hewan bisa memanfaatkannya. Hewan seperti tupai, kumbang, kepiting kelapa dan sebagainya memanfaatkan kelapa untuk hidupnya. Begitu juta manusia. Artinya, hendaknya manusia bermanfaat bagi semua makhluk hidup tanpa memandang strata manusia. Tolonglah dan beri manfaat bagi semua manusia tanpa kecuali dan tanpa harap kembali atau balasan imbal jasa.

· Mudah tumbuh dimana saja. Menanam kelapa sangatlah mudah. Ambillah buah yang sudah tua. Kalau bisa yang jatuh sendiri tapi tidak karena dimakan hama atau tupai. Lalu gantunglah di area terbuka. Dalam beberapa bulan akan muncul tunasnya. Inilah yang disebut tunas kelapa yang kemudian dijadikan lambang gerakan pramuka. Kelapa tumbuh menyebar karena manusia atau karena pergerakan air. Maka dengan mudah kita temui kelapa yang tumbuh sendiri di tepian pantai. Kelapa bisa tumbuh dari pinggir pantai sampai pucuk gunung. Gak percaya? Jalan-jalan saja ke Bakau Heni Lampung. Amati pantainya sampai perbukitan. Ada pohon kelapa yang tumbuh secara masif dan bebas. Maknanya bagi manusia adalah pandai-pandailah beradaptasi agar bisa hidup dalam kondisi seekstrem apa pun. Jangan mudah putus asa karena kelapa juga tidak putus asa. Apa pun kondisinya kelapa mambu memberikan manfaat. Layaknya manusia juga demikian. Manusia juga harus memiliki daya juang yang kuat sekuat batang kelapa. Ingat jarang ada pohon kelapa roboh karena diterjang angin. Memang pernah terjadi tapi jaraaaang sekali.

Untuk teman-teman di Pramuka hendaknya nilai-nilai seperti ini harus ditanamkan. Jangan hanya sekedar latihan fisik saja tapi filosofi tidak diendapkan dalam sanubari dan pikiran peserta Pramuka. Saya pengen ikut Pramuka tapi banyak kesibukan sebagai orang tua yang mencari nafkah buat keluarga dan tetangga. [ ]

Susmanto HADI: Penulis lepas dan bebas dalam bidang pengembangan diri, filosofi, informatika dan komputer. Tulisannya bisa dibaca di http://susmantohadi.blogspot.com/, http://www.digitallylearning.com/, http://www.ebookworldgateway.com/. Sumber lain yang juga penting adalah http://stressremoval.blogspot.com/ dan http://paradisefamily.wordpress.com/. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!.

CEMARA: Simbol resiko orang hebat

Manfaat dari pohon cemara adalah untuk penghijauan, anti longsor dan kayu bakar. Spesies yang mendekati cemara adalah pinus. Pinus bermanfaat untuk kayu bakar, penghijauan dan getah gondorukem. Cemara memang beda dibanding pohon lainnya. Ketika kita berjalan di pegunungan dari jauh kita bisa dengan cepat membedakan mana yang cemara dan mana yang bukan cemara. Pucuknya lancip dengan daun yang simetris dari kejauhan. Dia pun paling tinggi di antara semua pepohonan yang tumbuh. Bila didekati cemara memiliki batang yang indah karena lurus menjulang ke atas. Tidak ada bengkok kanan kiri. Tidak ada pula patahan. Kalau diterjang angin tidak mudah patah tapi bergoyang ke sana ke mari.

Di bawah cemara atau di hutan cemara juga terasa romantis dan teratur. Seolah di taman alam yang bebas dan tenang. Di hutan cemara jarang didiami hewan buas karena struktur hutan cemara yang cenderung teratur. Cemara juga tidak mudah didiami burung karena mereka sulit menjadikan dahan dan ranting cemara untuk menempatkan sarangnya di sana. Tidak mudah bagi hewan untuk mendekati cemara. Saya jarang melihat hewan-hewan bercengkrama di pohon-pohon cemara.

Manusia juga demikian. Jarang orang-orang disekitar hutan cemara memanfaatkan ranting cemara apalagi daunnya yang kecil-kecil itu. Kalau mau memanfaatkan cemara tentu harus menebangnya. Kayunya yang kuat menghadapi angin ternyata tidak cocok untuk bangunan sehingga lebih cocok untuk tungku dapur di kampung-kampung. Betapa rumitnya manfaat cemara bagi hewan dan manusia. Cemara bukan pohon kebanyakan karena manfaatnya tidak jelas.

Cemara merupakan simbol khusus bagi manusia yang menonjol seperti terkenal, terpintar, terhebat dan sebagainya. Orang-orang dengan keadaan seperti itu tidak mudah didekati karena dia sombong, pilih-pilih atau karena terlalu sibuk. Dia terlihat oleh banyak orang seperti cemara di tengah hutan. Semua orang tahu dia walau tidak mengenalnya sekalipun.

Resiko orang seperti ini adalah seperti cemara yaitu banyak diterpa angin dari yang kecil sampai yang menjadi badai. Dia dulu yang akan digoncang angin itu. Begitu juga menjadi orang hebat. Akan datang banyak angin menerpa dirinya. Angin sepoi-poi yang melenakan yaitu berupa pujian dan sanjungan atau angin badai yang hendak merobohkannya. Orang-orang seperti ini harus sekuat batang cemara. Tidak boleh mudah patah atau roboh oleh terpaan badai. Jarang diberitakan ada hutan cemara yang longsor atau pohon cemara yang ambrol karena badai. Kecuali kalau cemara itu sudah sangat-sangat-sangat uzur bisa jadi akan tumbang. Tapi ini jarang terjadi.

Menjadi orang hebat pun harus demikian. Kuat menghadapi cacian, fitnahan, ancaman, gangguan dan sebagainya. Selama keyakinannya baik dan benar, maka harus terus maju apa pun resikonya. Setiap berbuat sesuatu tentu mendatangkan sensasi. Inilah resiko menjadi manusia cemara. Yang penting adalah menjaga keindahan dan kekuatan diri sebagai konsekuensi orang hebat. Semoga. [ ]

Susmanto HADI: Penulis lepas dan bebas dalam bidang pengembangan diri, filosofi, informatika dan komputer. Tulisannya bisa dibaca di http://susmantohadi.blogspot.com/, http://www.digitallylearning.com/, http://www.ebookworldgateway.com/. Sumber lain yang juga penting adalah http://stressremoval.blogspot.com/ dan http://paradisefamily.wordpress.com/. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!.